Semua info yang perlu kamu tau tentang CM

Berikut ini adalah beberapa konsep tentang pujian penyembahan Katolik:
  • Pujian Penyembahan Katolik terkait erat dengan Liturgi. Contoh: Ekaristi.
  • Pujian Penyembahan harus disesuaikan dengan budaya setempat (Pujian Penyembahan bersifat dinamis, luwes, dan tidak kaku).
  • Pujian Penyembahan tingkat tinggi adalah kontemplasi (biasakan untuk saat hening).
  • Pujian Penyembahan berkaitan dengan musik, tetapi musik bukanlah segala-galanya (Musik sangat membantu untuk masuk ke dalam misteri Ilahi – Pitagoras).
  • Pujian Penyembahan berdampak pada pembentukan atau pengendalian karakter.
  • Pujian Penyembahan yang intensif akan membuat kita peka akan godaan-godaan yang datang.
  • Ekaristi adalah puncak Pujian Penyembahan yang tertinggi, puncak kehidupan iman Katolik.
  • Pelayan Pujian Penyembahan yang sejati harus:
    • Luwes: siap pada situasi-situasi yang tidak terduga/terkontrol, harus berani ambil resiko (penuh inspirasi oleh Roh Kudus).
    • Dinamis: tidak kaku, tidak monoton,  tidak terpaku pada yang sudah ada/rutinitas.
    • Kreatif: inovatif, penuh dengan ide-ide baru yg diinspirasi oleh Roh Kudus, out of the box.
  • Pelayan Pujian Penyembahan yang Katolik menekankan Hati Hamba/karakter seorang Pelayan/Hamba Tuhan.
  • Pujian Penyembahan yang sejati mendidik seperti sekolah rohani.
  • Pujian Penyembahan yang sejati mengalir seperti Evangelisasi Pribadi.
  • Pujian Penyembahan yang sejati  hidup seturut Firman Tuhan/Kehendak Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: