Semua info yang perlu kamu tau tentang CM

Archive for April, 2011

I LooOooVeeEe Worship…

“I love worship! Not just the act of worship, but worship as my lifestyle. Pujian penyembahan bukan hanya satu atmosfer yang diciptakan pada saat Persekutan Doa, tetapi pujian penyembahan sudah menjadi gaya hidup sehari-hari (sudah men-darah daging).”  – Fernando Sonah

Kalian pasti pernah mendengar istilah Worship atau Penyembahan. Tentu saja, bahkan menjadi kegiatan wajib Persekutuan Doa Katolik Karismatik di kampus kita. Benarkan? Tapi Guys.. Apakah kita benar-benar memahami  arti penyembahan? Apakah kita telah sungguh-sungguh menyembah Tuhan? Weittss.. Tenang pengajarannya gak berat-berat amat… Kita disini belajar serius tapi santai… Yuk kita sama-sama belajar…

What is worship???

Penyembahan tidak selalu lagu dengan tempo lambat, sedangkan pujian adalah lagu dengan tempo cepat. Worship is not a slow song. Kita bisa memuji dan menyembah Tuhan dengan lagu apapun. Kita bisa memuji Tuhan dengan lagu yang pelan dan kita bisa menyembah Tuhan dengan lagu yg cepat.

Point #1 : Now, we’re all worshiper. We’re created to be His worshipper. We’re created to worship GOD!

Sebelum kita benar-benar paham makna penyembahan yang sesungguhnya, perlu diketahui bahwa kita semua adalah penyembah (semua manusia tanpa terkecuali). Ketika Tuhan menciptakan semua manusia, Ia menaruh sebuah chip dalam diri manusia untuk menyembah Dia – “kerinduan”. Saat manusia tidak menemukan Tuhan untuk dia sembah, saat manusia tidak bisa menemukan Tuhan untuk mengisi kekosongan hatinya, mereka akan mencari apa saja untuk mereka sembah, misalnya: sepakbola, pacar, pekerjaan, uang, game online, dll.

Apakah hal-hal tersebut dapat mengisi kekosongan hati kita?

Baik kita sadari maupun tidak, kita semua adalah penyembah. Namun, pertanyaan berikutnya adalah : “Siapa atau apa yang sungguh-sungguh kita sembah?”

 Point #2 : What or who do you really worship?

 

Semua daripada kita adalah penyembah, tetapi belum tentu semua dari kita menyembah Tuhan. Sebelum lanjut, Guys… Coba kalian selesaikan kalimat ini:

“Saya tidak bisa hidup tanpa……….???”

 “Saya tidak sanggup hidup kalau 5 menit tidak berbicara atau tidak mendengar suara………???”

Hayo, ada yang inget Blackberry, Facebook, Internet, Pacar, Gebetan, Hobbyna, dll…

Well, kalau kita ambil waktu sejenak dan menelusuri lebih dalam, kita akan menemukan satu singgasana atau sebuah tahta, dimana hal atau orang tersebut adalah orang atau hal yang  sesungguhnya kita sembah. Kalau kita mau jujur, mungkin Tuhan bukanlah nama atau kata yang kita tulis dalam kalimat tersebut. Mungkin kita akan menyebut hal atau nama lain. Kebanyakan dari kita menyembah sesuatu, tetapi bukan Tuhan.

“Jika kau ingin tahu apa yg engkau sembah, perhatikan jejak daripada waktumu, jejak daripada uang yg engkau habiskan untuk apa, energi yg engkau buang untuk apa, dan pada saat engkau mengikuti jejak-jejak tersebut, ada sebuah tahta. Dan diatas tahta tersebut ada hal/sesuatu/seseorang yang kalian sembah.”

Point #3 : Worship, for who? God? Myself?

“Worship is not an opportunity to be in front of people, but worship is an opportunity to be in front of God!” – Sidney Mohede –

Penyembahan bukanlah kesempatan untuk kita berdiri di depan orang dan berkata: “Saya lagi menyembah Tuhan lho” atau “Mari kita menyembah Tuhan”. Tetapi penyembahan adalah kesempatan untuk kita bisa berdiri di hadapan Tuhan yang telah menciptakan kita, yang membuat kita, yang menenun kita, yang sudah merencanakan kehidupan kita sebelum dunia dijadikan.

Tuhan menciptakan kita untuk menyembah Dia bukan karena “Gila Hormat”, yang kalau kita tidak menyembah Dia, maka akan ada halilintar yang turun, atau kalau kita tidak menyembah Dia, maka Dia akan melakukan sesuatu yang jahat dalam kehidupan kita.

Kebanyakan dari kita berpikir bahwa worship adalah pemanasan sebelum kotbah. Setuju??? Ada yang bilang, “Belum telat kok, masih pujian penyembahan”. Pujian penyembahan sekedar warming up for the main event, yaitu kotbah! Namun, ketahuilah setelah kita ada di surga nanti, tidak akan ada lagi yg berkotbah, tidak akan ada berdoa syafaat, tidak akan ada lagi KRK atau WN, dll. Yang akan kita lakukan di surga nanti hanya satu hal, yaitu adalah memuji dan menyembah Dia!


The fact is:

Tuhan tidak membutuhkan penyembahan kita! Tetapi Tuhan tahu kalau penyembahan kita akan Dia, itu ada manfaatnya buat kita.

”TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai.” – Zefanya 3:17

It’s more for us, not for Him!

 

Point #4 : Worship = Words or Actions?

Penyembahan adalah seperti menaruh atau memberikan nilai atau kelayakan terhadap sesuatu atau seseorang. Penyembahan bukan hanya sekedar kata-kata, melainkan harus terintegrasi dalam tindakan. Ketika kita bilang “I Love U” pada seseorang, kita harus membuktikan kasih tersebut. Jika seorang suami bilang “I love U” kepada istrinya, maka istrinya akan berkata: “If you love me, then take me to the mall and let me buy what I like.” Atau: “I love U babe” lalu istrinya: “Aku lagi pingin BB nih, beliin donk.” Jadi tidak cukup jika hanya: “Aku cinta banget sama kamu, tapi hanya dalam hatiku saja, tanpa perlu berbuat apa-apa.”- You know I love U in my heart. Kira-kira apa dia (sang wanita) akan percaya pada kata-kata si pria??? Dan kalau kita membuktikannya, bukan cuma sekedar  dalam hati saja. Seperti: “Aku menyembah Tuhan kok, dalam hati saja.”

Seberapa besarnya nilai Tuhan dalam kehidupanmu? Seberapa berharganya Tuhan dalam kehidupanmu? Seberapa bernilainya Tuhan dalam kehidupanmu? Dan apa yang akan engkau buktikan terhadap apa yang kau rasakan? Seorang suami yang membawa istrinya ke sebuah toko intan yang mahal dan membelikannya sebuah permata indah yang mahal. Karena engkau (si istri dimata suami) bernilai tinggi! That’s worship!

Point #5 : Then, how do we Worship God?

            Saat kita berdiri di hadapan Allah yang memberikan segala-galanya untuk kita dan kita kadang-kadang berkata seperti: “Lama amat sih lagunya”, “Lagu apaan sih nih”, “Aduh, nih WS (Worship Servant)-nya apaan sih?!” Seperti itukah sikap kita di hadapan Tuhan? Seperti itukah nilai yang kita berikan untuk Tuhan kita?

Sering kali ketika kita datang ke sebuah Persekutuan Doa, dan ketika Pelayan Pujian berkata: ”Mari kita menyembah Tuhan!” Dan yg kita lakukan adalah “…” . Se-berharga itukah Tuhan? Berikan 100% saat kita menyembah Tuhan (saat latihan, saat Gladi Bersih, dll). Tidak usah perdulikan orang lain, berikan semuanya pada Tuhan!

Beberapa WS bukanlah penyanyi yang terbaik, tetapi mereka dianggap sebagai WS yang efektif, yang kuat, powerfull, bukan karena suara mereka yang bagus, tetapi karena mereka yang paling passionate, yang paling bergairah. Mereka tidak peduli apa kata orang (kayak jangkrik nih org, lompat-lompat melulu kerjanya), mereka cuma mau menyenangkan hati Tuhan.

I don’t care less! I just want to give Him my best!”

I just want to give worth to my God. Because He is good to me!

I want to give my all. How about you?

 

Temen-temen itu tadi sedikit pengajaran dan sharing yang bisa kami berikan  supaya kita lebih menghayati penyembahan…

Berikut ini ada beberapa pertanyaan yang teman-teman bisa renungkan sejenak untuk membantu kita memahami makna penyembahan yang sesungguhnya bagi diri kita masing-masing:

1. Dimanakah engkau meletakan Yesus di dalam hidup hidup kita, apakah Ia telah menjadi Tuhan dan Raja di hati mu?

2. Apa yang yang engkau rasakan dalam penyembahan, apakah engkau telah menyembah-Nya dengan sepenuh hati?

3. Apakah engkau telah menyembah Tuhan tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan dalam keseharian hidup kita?

Doa :

Tuhan jadilah raja di hatiku, Ya Yesus bertahtalah di dalamnya, dan Roh Kudus tuntunlah kami untuk menjadi penyembah-penyembah yang benar.

Firman :

“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” – Yohanes 4 : 23

Pujian :

“I love worship! Not just the act of worship, but worship as my lifestyle. Pujian penyembahan bukan hanya satu atmosfer yang diciptakan pada saat Persekutan Doa, tetapi pujian penyembahan sudah menjadi gaya hidup sehari-hari (sudah men-darah daging).”

 

By: Fernando Sonah

Iklan

Lagi-lagi Berbagi… Apaan Sih!???

Temen-temen pasti udah pada tahu dunk tema prapaskah 2011 ini. Bahkan mungkin uda bosen setelah hampir sebulan tema PD dimana-mana berbagi melulu… Tapi temen-temen, sepertinya berbagi gak harus pas Paskah aja kan… Yuk kita lihat makna berbagi menurut sharing salah satu temen kita…


Tema prapaskah kali ini memang sederhana namun memiliki makna yang sangat mendalam. Keuskupan Agung Jakarta mengajak kita untuk “Mari Berbagi” sebagai renungan dalam retret 40 hari tahun ini. Pertama membaca tema ini yang terlintas dalam benak saya adalah, “Oh.. Oke, ntar kan pantang n puasa, jadi duit jajannya masukin aje ke kotak APP.” Saya merasa ini ajakan yang standar dan mudah. – “Hmm… Dosa pertama manusia” . Lalu setiap harinya saya menyisihkan uang untuk mengisi kotak APP yang kecil itu. Apalagi setelah menghadiri beberapa Persekutuan Doa, saya semakin mantap untuk berbagi. Alhasil tidak sampai 1 bulan, kotak APP saya sudah penuh.

“Hmm.. Berarti sekarang cukup berbaginya.. Hehe”, pikirku dengan bangganya. – Iblis pun tersenyum.

Namun dalam sebuah perjalanan wisata saya disadarkan Tuhan – mungkin lebih tepatnya di-“Getok”. Waktu itu, saya sedang dalam perjalanan dari Jogjakarta kembali ke Jakarta. Saat itu saya sedang dalam perasaan penuh sukacita. Saya merasa seperti baru saja menemukan “surga” dalam hidup.

Ketika itu saya baru saja “berkelana” bersama seorang teman mengelilingi kota Jogjakarta selama 5 hari 4 malam. Saya senang sekali dengan keramahan penduduknya, ketertiban dan kebersihan jalanannya, budayanya, dan terlebih “KEMURAHAN”-nya. Yang saya maksudkan dengan “KEMURAHAN” disini adalah harga. – Hehehe… Singkat cerita, saya membawa uang Rp 500.000,- dan sudah cukup untuk :  transport, hotel, makan kenyang 4x sehari, sewa Motor, tiket masuk objek wisata, dan oleh-oleh – masih sisa di kantong +- Rp 100.000,- ketika pulang. Wow..  Antara takjub dan tidak percaya, saya pulang dengan kepenuhan sukacita.

Jadi, dalam perjalanan pulang saya bertekad berbagi dengan : pengemis, pengamen, anak-anak, ibu-ibu, bapak, semua yang minta-minta di kereta. Perjalanan kereta api dari Jogjakarta menuju Jakarta dengan kereta ekonomi memakan waktu 9 jam. Dan ada banyak stasiun kecil sebelum akhirnya benar-benar berangkat ke Jakarta. Dalam perjalanan transit antar stasiun itu saya menjumpai banyak sekali pengamen dan pengemis dari anak-anak hingga tua rentah, yang buta, bungkuk, dan adapula anak kecil yang menyapu lantai gerbong. Setiap ada yang meminta saya bagikan mereka uang dengan  sukacita dan sukarela. Dan ternyata benar bahwa sukacita yang dibagikan akan terasa berlipat ganda. Namun apakah saya sudah benar-benar berbagi?

Simpan dulu jawaban anda,dan mari kita ikuti lanjutan ceritanya..

Waktu itu hari sudah malam, dan kereta berhenti di Stasiun Kebumen untuk mengangkut penumpang terakhir sebelum berangkat ke Jakarta. Semua tempat duduk telah terisi, namun para penumpang dengan tiket tanpa tempat duduk baru berdatangan. Saya duduk di bangku dengan teman saya berhadapan dengan seorang ibu dan seorang bapak yang nampak lelah, dan ia tertidur sepanjang perjalanan. Kemudian datanglah seorang ibu dengan 1 anak dalam gendongannya dan 1 anak balita yang berdiri di dekat saya.

Anda bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya?

Ya.. Nurani saya mengatakan untuk memberikan tempat duduk itu bagi mereka, namun logika saya berkata lain,”Perjalanan masih panjang, masih 7 jam. Masa Gue harus berdiri biar  mereka bisa duduk. Kan Gue udah bayar, dan ini hak Gue. Tapi gak tega juga ngeliatnya.” Saya coba melihat teman saya siapa tahu dia juga memikirkan hal yang sama, namun ia sedang asyik mendengarkan musik dan sepertinya tidak memperhatikan. Ketika batin saya masih bergejolak dengan pikiran saya, tiba-tiba anak ibu tadi yang sedang ia gendong menangis. Dan bapak yang tertidur di depan saya terbangun dari tidurnya. Begitu terbangun, dilihatnya ibu itu dengan kedua anaknya. Dengan spontan ia menggeser tempat duduknya dan mempersilakan Ibu itu untuk duduk tanpa pikir panjang.

Sret.. Jeb.. Deg..

Entah darimana anak panah itu asalnya, namun hati saya seperti dipanah, dan langsung mengena ke dasar nurani. Sakitnya seperti teriris-iris. Segala  yang tindakan “berbagi uang” yang saya lakukan sebelumnya seakan sia-sia belaka dibandingkan dengan bapak di depan saya yang berbagi tempat duduknya dengan tulus dan spontan. Kemudian saya pun tergerak untuk mempersilakan anaknya yang masih balita untuk duduk disamping saya, dan perjalanan selanjutnya menjadi sebuah renungan yang panjang.

Sepanjang perjalanan saya terus berpikir sambil memperhatikan wajah orang-orang disekeliling saya. Saya merasa malu karena harus berpikir panjang untuk menolong orang lain ketika saya kesusahan, sedangkan bapak didepan saya dengan mudahnya membagikan tempatnya bagi orang lain di tengah kesusahan yang ia alami. Kemudian saya pun ingat dengan sebuah ayat kitab suci yang berbunyi:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara- Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”- Mat 25 : 40

Saya terdiam, tidak tahu harus berkata apa, atau berpikir apa. Saya perhatikan dengan seksama orang-orang yang berada di gerbong kereta. Pedagang yang mondar-mandir demi mencari sesuap nasi. Sekelompok nenek-nenek dengan seorang cucunya yang tertidur di pangkuannya. Melalui orang-orang sederhana ini Yesus seolah-olah hendak berkata bahwa ia ada di dalam diri mereka. Terlebih dalam diri bapak yang ada di depanku. Saya kecewa telah ragu-ragu untuk berbagi dengan ibu itu.

Namun, saya akhirnya mendapat penghiburan dari seorang bidadari cantik yang bersandar di bahuku. Ia adalah gadis kecil yang merupakan anak ibu itu. Ia terdiam saja, tidak bicara, mungkin karena kelelahan. Sorot mata-nya lugu dan polos. Ia duduk diam meskipun kondisi kereta sempit, sumpek, dan pengap.  Apalagi ditambah dengan seorang pemuda yang dengan cueknya merokok diantara kumpulan nenek-nenek dan anak-anak. Namun anak itu tidak merengek maupun mengeluh sedikit pun. Sungguh saya merasakan sukacita yang tidak dapat dijelaskan. Entah bagaimana menjelaskannya, tapi hati saya merasakan kedamaian. Perjalanan saya selanjutnya berubah menyenangkan dengan ditemani seorang ibu yang baik dan bidadari kecil yang cantik.

Saya bersyukur masih boleh diberikan kesempatan untuk berbagi. Dan terlebih lagi saya bersyukur karena Tuhan telah membukakan mata saya, sehingga saya bisa melihat indahnya makna berbagi. Maka teman-teman, untuk itulah saya berbagi pengalaman saya tentang bagaimana saya menemukan kedamaian dan sukacita dengan berbagi pada sesama. Namun, kita tidaklah sempurna seperti Yesus yang rela membagikan nyawanya bagi kita semua. Ia tidak ragu-ragu ketika melihat orang lain butuh pertolongan. Ia rela memberikan seluruh hidupnya bagi kita untuk menebus semua keterikatan kita terhadap dosa. (fyro)

Mari teman-teman menyambut paskah ini kita memberikan diri kita sepenuhnya untuk meneladani sikap Yesus yang telah mati bagi kita di kayu salib bagi kita..

 

“Selamat Merayakan Paskah”

Campus Ministry Team

Holy Trinity Bless U Guys…

Worship Night PDKK St. Hieronimus Atma Jaya – Shout to the Lord

Guy.. Kali ini giliran anak-anak kampus Atma Jaya yang mengadakan acara Worship Night.

Flyer

Acara dibuka dengan tari-tarian, iringan band, dan pantomim yang merupakan hasil kerjasama antara PDKK St. Hieronimus dengan PDKK JOY (Jesus for Youth).

Pantomim

Kemudian acara dilanjutkan dengan Praise and Worship.

Praise and Worship Team

Pengajaran dibawakan oleh Kak Yurika Agustina yang mengambil kutipan dari ayat kitab suci Zefanya 3:17,

”TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai.”

Kita diajak untuk untuk shout to the lord karena Tuhan mengasihi kita, Tuhan memberikan kita kemenangan, dan Tuhan hidup di dalam diri kita.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan Altar Call bagi mereka yang merasa butuh didoakan secara lebih personal.

Tema Worship Night ini – Shout to The Lord – diambil dari judul lagu True Worshippers dengan judul yang sama.

Edwin (Ketua Panitia) mengatakan bahwa ia terinspirasi dari acara Worship Night yang diadakan sebelumnya oleh Campus Ministry pada tahun 2010.

Hadirin yang datang kebanyakan adalah mahasiswa baik dari kampus Atma Jaya-Semanggi maupun Fakultas Kedokteran Atma jaya – Pluit

Selain itu hadir pula komunitas PDKK JOY

PDKK JOY – Jesus fOr Youth

Adapula anak-anak SEP-Mudika (Sekolah Evangelisasi Pribadi) yang sedang promosi event mereka.

SEP MUDIKA – Sekolah Evangelisasi Pribadi Muda-Mudi Katolik

Dan pastinya, gak lupa kita sendiri tim Campus Ministry.

Campus Ministry Girl’s and Our Leader – Elvindez Kapitsa


Dan Guys, inilah hasil jepretan momen-momen Worship Night – PDKK St. Hieronimus ”Shout to The Lord

The Crowd

Tim Pemusik

Tim Singer dan 1 orang pemusik numpang eksis.. (-.-”)

All Panitia Worship Night – PDKK St. Hieronimus ”Shout to The Lord

Oke Guys, itu tadi acara salah satu teman-teman kita di kampus Atma Jaya.

So Guys.. jangan lupa INFORMASI-kan setiap acara PDKK kampus kalian ke Campus Ministry.

HBU…^^

Holy Trinity Bless U

 

PS : Jangan lupa add Campus Ministry on Facebook…

http://www.facebook.com/CM.Jakarta

Perayaan Natal KMK IBII – The Brightest Way

Guys, berikut ini adalah salah satu kegiatan PDKK kampus yang ada di Jakarta, yaitu KMK IBII. Acara-nya memang sudah berlalu, tapi gak ada salahnya kita lihat-lihat supaya semakin kenal dengan teman-teman kita.

Poster

Perayaan Natal ini mereka beri tema “The Brightest Way” yang diinspirasi oleh ayat kitab suci dari Yohanes 12:46, ”Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.” Yang kemudian tertera dalam design kaos kepanitian mereka

Kaos Kepanitian  – Depan dan Belakang

Tema ini diambil Boy (Ketua Panitia) karena sesuai dengan tujuan Yesus hadir ke dunia. ”Tuhan Yesus udah datang ke dunia sebagai terang, buat nunjukin ke kita, jalan supaya kita datang ke pada Bapa”, tutur Boy.

Boy – Ketua Panita

Acara dibuka dengan masuknya tiga sinterklas bertubuh gempal dengan sepasang rusa kutub berjingkrak merayakan Natal

The Santa & Rudolf In Action

Ada pula tari-tarian dari para malaikat surgawi menyambut kelahiran Sang Juru Selamat

Tarian Para Malaikat Surgawi

Selain itu ada pula drama,tarian, Band “The Walrus” (Band yang personilnya berisikan alumnus KMK IBII) dan persembahan dari Unit Kegiatan Mahasiwa yang ada di IBII, dan juga, namun mohon maaf karena keterbatasan lightning & eguipment sehingga hasil gambar yang diambil kurang memuaskan, jadi tidak ditampilkan. (Sebenarnya teknik fotografinya masih kurang, mohon dimaklumi, Hehehe…)

Namun jangan khawatir guys, karena masih banyak momen-momen menarik lainnya seperti yang satu ini.

Christy Idol

KMK IBII mengundang Christy Idol sebagai bintang tamu untuk memeriahkan perayaan Natal mereka. Penyanyi pop kelahiran Manado 11 Desember 1989, yang bernama lengkap Christy Claudia Podung, adalah finalis Indonesian Idol musim ketiga yang diadakan pada tahun 2006. Ia membawakan lagu We Are The Reason, Ajarku Berdiam, dan Oh Holy Night.

Christy idol and The Crowd

Ia juga sempat men-sharing-kan pengalamannya merasakan kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Yaitu ketika ketika ia terjatuh dari tangga karena harus menggunakan high heels. Waktu itu ia dalam keadaan kelelahan ketika harus menghadiri pers conference pada pukul 3 pagi. Teman-temannya yang hadir saat itu mengira ia akan mengalami patah tulang karena posisi jatuhnya cukup parah. Namun untunglah hasil diagnosis dokter mengatakan bahwa tidak ada cedera serius pada dirinya. Ia sangat bersyukur atas kuasa Tuhan dalam hidupnya.

Mereka yang datang adalah dari mahasiswa, alumni, dosen, dan juga beberapa tamu undangan dari Campus Ministry  dan dari PM-KAJ (Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Jakarta) unit Timur.

The Crowd

KMK IBII + Alumni

Perwakilan PMKAJ unit Timur

Selain bersenang-senang, ternyata mereka tidak lupa untuk berbagi sukacita dengan sesama yang kurang beruntung. Malam itu diadakan pula pencarian dana untuk acara Bakti Sosial bagi Panti Asuhan Pondok Damai yang akan mereka selenggarakan 30 Januari 2011.

Kotak dan Kupon Pencarian Dana

Dan berikut ini adalah momen-momen spesial yang berhasil di abadikan.

Para Usher dengan Kesibukannya. Ayo SEMANGAT Guys !!!

The Santa & Rudolf – Narsis dulu Aaah…

Dancer Yesus @ Backstage – Wuih Ganteng2 and Cantik2 ya Guys…

The Walrus @ Backstage

Mereka ini adalah alumnus KMK IBII yang telah aktif pelayanan bersama dan akhirnya bergabung membentuk sebuah Band Rock ‘N Roll. Terus berprestasi ya guys, ‘n jangan lupa bawain lagu-lagu rohani juga.

Andre dan Lia – Ketua dan Wakil KMK IBII 2010-2011

Oke Guys, itu tadi liputan tim Campus Ministry(CM) pada saat acara perayaan Natal di KMK IBII. Kalo kampus kalian mengadakan  event dan acara yang seru dan menarik, jangan lupa undang tim CM. Lumayankan, bisa numpang eksis . Hehehe…

So Guys, Semangat terus dalam pelayanan dan terus bertumbuh di dalam Kristus…

Sampai ketemu di event-event berikutnya…

And gak lupa…

HBU All

Holy Trinity Bless U

 

PS : Jangan lupa add Campus Ministry on Facebook…

http://www.facebook.com/CM.Jakarta

Awan Tag