Semua info yang perlu kamu tau tentang CM

Archive for 23 April 2011

I LooOooVeeEe Worship…

“I love worship! Not just the act of worship, but worship as my lifestyle. Pujian penyembahan bukan hanya satu atmosfer yang diciptakan pada saat Persekutan Doa, tetapi pujian penyembahan sudah menjadi gaya hidup sehari-hari (sudah men-darah daging).”  – Fernando Sonah

Kalian pasti pernah mendengar istilah Worship atau Penyembahan. Tentu saja, bahkan menjadi kegiatan wajib Persekutuan Doa Katolik Karismatik di kampus kita. Benarkan? Tapi Guys.. Apakah kita benar-benar memahami  arti penyembahan? Apakah kita telah sungguh-sungguh menyembah Tuhan? Weittss.. Tenang pengajarannya gak berat-berat amat… Kita disini belajar serius tapi santai… Yuk kita sama-sama belajar…

What is worship???

Penyembahan tidak selalu lagu dengan tempo lambat, sedangkan pujian adalah lagu dengan tempo cepat. Worship is not a slow song. Kita bisa memuji dan menyembah Tuhan dengan lagu apapun. Kita bisa memuji Tuhan dengan lagu yang pelan dan kita bisa menyembah Tuhan dengan lagu yg cepat.

Point #1 : Now, we’re all worshiper. We’re created to be His worshipper. We’re created to worship GOD!

Sebelum kita benar-benar paham makna penyembahan yang sesungguhnya, perlu diketahui bahwa kita semua adalah penyembah (semua manusia tanpa terkecuali). Ketika Tuhan menciptakan semua manusia, Ia menaruh sebuah chip dalam diri manusia untuk menyembah Dia – “kerinduan”. Saat manusia tidak menemukan Tuhan untuk dia sembah, saat manusia tidak bisa menemukan Tuhan untuk mengisi kekosongan hatinya, mereka akan mencari apa saja untuk mereka sembah, misalnya: sepakbola, pacar, pekerjaan, uang, game online, dll.

Apakah hal-hal tersebut dapat mengisi kekosongan hati kita?

Baik kita sadari maupun tidak, kita semua adalah penyembah. Namun, pertanyaan berikutnya adalah : “Siapa atau apa yang sungguh-sungguh kita sembah?”

 Point #2 : What or who do you really worship?

 

Semua daripada kita adalah penyembah, tetapi belum tentu semua dari kita menyembah Tuhan. Sebelum lanjut, Guys… Coba kalian selesaikan kalimat ini:

“Saya tidak bisa hidup tanpa……….???”

 “Saya tidak sanggup hidup kalau 5 menit tidak berbicara atau tidak mendengar suara………???”

Hayo, ada yang inget Blackberry, Facebook, Internet, Pacar, Gebetan, Hobbyna, dll…

Well, kalau kita ambil waktu sejenak dan menelusuri lebih dalam, kita akan menemukan satu singgasana atau sebuah tahta, dimana hal atau orang tersebut adalah orang atau hal yang  sesungguhnya kita sembah. Kalau kita mau jujur, mungkin Tuhan bukanlah nama atau kata yang kita tulis dalam kalimat tersebut. Mungkin kita akan menyebut hal atau nama lain. Kebanyakan dari kita menyembah sesuatu, tetapi bukan Tuhan.

“Jika kau ingin tahu apa yg engkau sembah, perhatikan jejak daripada waktumu, jejak daripada uang yg engkau habiskan untuk apa, energi yg engkau buang untuk apa, dan pada saat engkau mengikuti jejak-jejak tersebut, ada sebuah tahta. Dan diatas tahta tersebut ada hal/sesuatu/seseorang yang kalian sembah.”

Point #3 : Worship, for who? God? Myself?

“Worship is not an opportunity to be in front of people, but worship is an opportunity to be in front of God!” – Sidney Mohede –

Penyembahan bukanlah kesempatan untuk kita berdiri di depan orang dan berkata: “Saya lagi menyembah Tuhan lho” atau “Mari kita menyembah Tuhan”. Tetapi penyembahan adalah kesempatan untuk kita bisa berdiri di hadapan Tuhan yang telah menciptakan kita, yang membuat kita, yang menenun kita, yang sudah merencanakan kehidupan kita sebelum dunia dijadikan.

Tuhan menciptakan kita untuk menyembah Dia bukan karena “Gila Hormat”, yang kalau kita tidak menyembah Dia, maka akan ada halilintar yang turun, atau kalau kita tidak menyembah Dia, maka Dia akan melakukan sesuatu yang jahat dalam kehidupan kita.

Kebanyakan dari kita berpikir bahwa worship adalah pemanasan sebelum kotbah. Setuju??? Ada yang bilang, “Belum telat kok, masih pujian penyembahan”. Pujian penyembahan sekedar warming up for the main event, yaitu kotbah! Namun, ketahuilah setelah kita ada di surga nanti, tidak akan ada lagi yg berkotbah, tidak akan ada berdoa syafaat, tidak akan ada lagi KRK atau WN, dll. Yang akan kita lakukan di surga nanti hanya satu hal, yaitu adalah memuji dan menyembah Dia!


The fact is:

Tuhan tidak membutuhkan penyembahan kita! Tetapi Tuhan tahu kalau penyembahan kita akan Dia, itu ada manfaatnya buat kita.

”TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai.” – Zefanya 3:17

It’s more for us, not for Him!

 

Point #4 : Worship = Words or Actions?

Penyembahan adalah seperti menaruh atau memberikan nilai atau kelayakan terhadap sesuatu atau seseorang. Penyembahan bukan hanya sekedar kata-kata, melainkan harus terintegrasi dalam tindakan. Ketika kita bilang “I Love U” pada seseorang, kita harus membuktikan kasih tersebut. Jika seorang suami bilang “I love U” kepada istrinya, maka istrinya akan berkata: “If you love me, then take me to the mall and let me buy what I like.” Atau: “I love U babe” lalu istrinya: “Aku lagi pingin BB nih, beliin donk.” Jadi tidak cukup jika hanya: “Aku cinta banget sama kamu, tapi hanya dalam hatiku saja, tanpa perlu berbuat apa-apa.”- You know I love U in my heart. Kira-kira apa dia (sang wanita) akan percaya pada kata-kata si pria??? Dan kalau kita membuktikannya, bukan cuma sekedar  dalam hati saja. Seperti: “Aku menyembah Tuhan kok, dalam hati saja.”

Seberapa besarnya nilai Tuhan dalam kehidupanmu? Seberapa berharganya Tuhan dalam kehidupanmu? Seberapa bernilainya Tuhan dalam kehidupanmu? Dan apa yang akan engkau buktikan terhadap apa yang kau rasakan? Seorang suami yang membawa istrinya ke sebuah toko intan yang mahal dan membelikannya sebuah permata indah yang mahal. Karena engkau (si istri dimata suami) bernilai tinggi! That’s worship!

Point #5 : Then, how do we Worship God?

            Saat kita berdiri di hadapan Allah yang memberikan segala-galanya untuk kita dan kita kadang-kadang berkata seperti: “Lama amat sih lagunya”, “Lagu apaan sih nih”, “Aduh, nih WS (Worship Servant)-nya apaan sih?!” Seperti itukah sikap kita di hadapan Tuhan? Seperti itukah nilai yang kita berikan untuk Tuhan kita?

Sering kali ketika kita datang ke sebuah Persekutuan Doa, dan ketika Pelayan Pujian berkata: ”Mari kita menyembah Tuhan!” Dan yg kita lakukan adalah “…” . Se-berharga itukah Tuhan? Berikan 100% saat kita menyembah Tuhan (saat latihan, saat Gladi Bersih, dll). Tidak usah perdulikan orang lain, berikan semuanya pada Tuhan!

Beberapa WS bukanlah penyanyi yang terbaik, tetapi mereka dianggap sebagai WS yang efektif, yang kuat, powerfull, bukan karena suara mereka yang bagus, tetapi karena mereka yang paling passionate, yang paling bergairah. Mereka tidak peduli apa kata orang (kayak jangkrik nih org, lompat-lompat melulu kerjanya), mereka cuma mau menyenangkan hati Tuhan.

I don’t care less! I just want to give Him my best!”

I just want to give worth to my God. Because He is good to me!

I want to give my all. How about you?

 

Temen-temen itu tadi sedikit pengajaran dan sharing yang bisa kami berikan  supaya kita lebih menghayati penyembahan…

Berikut ini ada beberapa pertanyaan yang teman-teman bisa renungkan sejenak untuk membantu kita memahami makna penyembahan yang sesungguhnya bagi diri kita masing-masing:

1. Dimanakah engkau meletakan Yesus di dalam hidup hidup kita, apakah Ia telah menjadi Tuhan dan Raja di hati mu?

2. Apa yang yang engkau rasakan dalam penyembahan, apakah engkau telah menyembah-Nya dengan sepenuh hati?

3. Apakah engkau telah menyembah Tuhan tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan dalam keseharian hidup kita?

Doa :

Tuhan jadilah raja di hatiku, Ya Yesus bertahtalah di dalamnya, dan Roh Kudus tuntunlah kami untuk menjadi penyembah-penyembah yang benar.

Firman :

“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” – Yohanes 4 : 23

Pujian :

“I love worship! Not just the act of worship, but worship as my lifestyle. Pujian penyembahan bukan hanya satu atmosfer yang diciptakan pada saat Persekutan Doa, tetapi pujian penyembahan sudah menjadi gaya hidup sehari-hari (sudah men-darah daging).”

 

By: Fernando Sonah

Awan Tag