Semua info yang perlu kamu tau tentang CM

Archive for 7 Agustus 2011

Santa Afra, Martir – 07 Agustus

Santa Afra dari Augsburg, Jerman Barat adalah seorang martir yang hidup pada Abad 300 SM. Pada awal kehidupannya, kata ‘kudus’ sangatlah jauh dari hidupnya. Ia dipersembahkan menjadi pelacur sebagai pengorbanan untuk pemujaan kepada Dewa-dewi. Saat itu, terjadi penganiayaan terhadap umat Kristiani yang dilakukan oleh Kaisar Diocletian. Afra dan keluarganya menolong Narcissus, Uskup dari Gerundum di Spanyol bersembunyi dalam rumahnya. Kemudian Ia dan keluarganya dipertobatkan, dibaptis, dan menjadi keluarga kristiani.

Sesudah bertobat, Afra menjalani kehidupan iman Kristiani dengan giat dan semangat. Semua harta miliknya yang Ia peroleh dari pekerjaan lamanya ia bagi-bagikan kepada orang-orang miskin. Ia mengabdikan dirinya untuk melayani orang-orang miskin dengan penuh ketulusan.  Atas tindakannya menyembunyikan Uskup, ia akhirnya ditangkap dan dibawah ke pengadilan untuk dihukum. Hakim yang mengadilinya mengetahui pekerjaan Afra sebelumnya, dan memerintahkan dia untuk mempersembahankan dirinya kepada Dewa-dewi atau dijatuhi hukuman mati.

Kepada Hakim itu ia menyatakan,

 “Saya adalah seorang pendosa besar sebelum aku tahu Tuhan, tetapi saya tidak akan menambah kejahatan baru, atau melakukan apa yang Anda perintah saya. Pusat hidup saya adalah Yesus Kristus, yang saya selalu di depan mataku. Saya setiap hari mengaku dosa, dan, karena saya tidak layak untuk menawarkan pengorbanan, saya ingin mengorbankan diri bagi nama-Nya, bahwa tubuh di mana aku telah berdosa dapat dimurnikan dan dikorbankan kepadanya oleh siksaan.

Namun hakim itu mengetahui masa lalu Afra, dan ia menjawab,

Saya diberitahu,” katanya, “bahwa Anda adalah seorang pelacur. Berkorbanlah bagi Dewa, karena Anda adalah seorang asing bagi Tuhan orang Kristen, dan tidak dapat diterima olehnya. “

Tapi Afra menjawab,

“Tuhan kita Yesus Kristus telah berkata, bahwa ia datang dari surga untuk menyelamatkan orang berdosa. Injil bersaksi bahwa seorang wanita yang dikucilkan membasuh kaki-Nya dengan air matanya, dan memperoleh pengampunan, dan bahwa ia tidak pernah menolak para pemungut cukai, namun mengizinkan mereka untuk makan bersamanya. “

Hakim itu mengatakan,

“Yesus Kristus tidak akan ada hubungannya dengan Anda. Adalah sia-sia bagi Anda untuk mengakui Dia sebagai Tuhan Anda: Seorang pelacur tidak pernah dapat disebut Kristen.

Afra menjawab,

“Memang benar, aku tidak layak untuk menanggung nama seorang Kristen, tetapi Kristus telah mengakui saya untuk menjadi satu.”

Semakin frustrasi, Hakim memerintahkan lagi:

“Pengorbanan kepada para dewa, dan mereka akan menyelamatkan Anda.”

Afra sang Martir menjawab:

“Juruselamat saya Yesus Kristus, yang pada waktu di kayu salib menjanjikan surga kepada pencuri yang mengakui diri-NyaSatu-satunya penyebab kebingungan dan kesedihan saya adalah dosa-dosa saya. “

Kemudian Hakim itu mengankat tangannya dan menjatuhi Afra hukuman mati.

“Kami mengutuk Afra, seorang pelacur yang telah menyatakan dirinya seorang Kristen, untuk dibakar hidup-hidup, karena ia telah menolak untuk mempersembahkan korban kepada para dewa.”

Afra kemudian diikat dan dibawa ke sebuah pulau kecil di tengah sungai Lech, disanan ia diikat pada sebuah tiang dan dibakar hidup-hidup oleh para algojo. Sementara dia dibakar, dia mengangkat matanya ke surga dan berdoa:

Ya Tuhan Yesus Kristus, Allah Mahakuasa, yang datang untuk memanggil bukan orang yang benar, melainkan orang berdosa, terimalah sekarang penebusan dosa atas penderitaan saya, dan dengan api yang sementara ini menyelamatkan saya dari api abadi, yang menyiksa baik tubuh dan jiwa. Aku kembalikan  berkat-Mu, ya Tuhan Yesus Kristus, demi kehormatan yang telah Engkau lakukan bagiku dalam menerima bencana demi nama-Mu; Untuk yang  telah dipercayakan untuk menawarkan diri-Nya di atas altar salib pengorbanan bagi dosa-dosa seluruh dunia, hanya untuk keadilan, dan untuk orang-orang berdosa. Saya menawarkan diri sebagai korban kepada-Mu, ya Allahku, yang hidup dan berkuasa dengan Bapa dan Roh Kudus di dunia tanpa akhir. Amin. “

Santa Afra meninggal pada tahun 340. Ibunya bersama tiga orang pelayannya memungut sisa-sisa tulangnya dan memakamkannya dengan penuh hormat. Ketika perbuatan mereka diketahui oleh para penguasa, Ibunya dan tiga orang pelayan itu ditangkap dan dibunuh juga.

Pengakuan iman Santa Afra pada akhir hidupnya menjadi teladan pertobatan yang luar biasa atas  kepercayaannya  kepada kerahiman Allah yang mengasihi orang-orang berdosa. Hari perayaan Santa Afra diperingati pada tanggal 7 Agustus.

Referensi :

http://www.facebook.com/pages/Afra/108125429221780?sk=photos

http://aesaintsoftheday.blogspot.com/2010/08/st-afra-of-augusta.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Afra

http://365rosaries.blogspot.com/2011/08/august-5-saint-afra.html

Mgr. Nicolaas Martinus Schneiders, CICM, Orang Kudus Sepanjang Tahun

Iklan

Awan Tag